GMPK Desak Kajari Usut Tuntas Kasus DOP Dan BOK

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) kabupaten Lampung Utara mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk mengusut hingga tuntas kasus dugaan raibnya Dana Operasional Puskesmas (DOP) dan Biaya Operasional Kesehtan di 27 Puskesmas di lingkup Dinas Kesehatan setempat.

Juru bicara GMPK Lampura, Adi Rasyid menyatakan apresiasinya terhadap langkah awal Kejari yang telah memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Mestissa terkait dugaan kasus raibnya DOP dan BOK pekan lalu. ” Kita apresiasi langkah awal Kejaksaan Negeri. Kita dukung upaya pengungkapan tabir korupsi di tubuh Dinas Kesehatan. Intinya kita mendesak pihak Kejaksaan Negeri agar profesional dan serius dalam hal ini,” ujar Adi Rasyid melalui sambungan telepon (11/3).

Dia berharap, langkah awal Kejari ini bukan semata-mata hanya gebrakan sesaat dalam penanganan dan penuntasan kasus korupsi yang ada. Karena kasus dugaan raibnya DOP dan BOK merupakan pintu awal dalam dalam membongkar dugaan skandal korupsi lainnya yang terjadi di Dinas Kesehatan yang mungkin saja bisa merembet ke instansi lainnya. ” Kita bersama-sama berkomitmen memerangi korupsi. Kami siap mengawal visi Kejaksaan Negeri untuk menciptakan Lampung Utara menjadi wilayah bebas korupsi,” tegasnya.

Diakhir pembicaraannya, Adi Rasyid menyatakan kesiapan ormasnya untuk aksi turun ke jalan sebagai bentuk dukungan moril kepada pihak Kejaksaan dalam mencegah dan menumpas praktik-praktik korupsi yang ada di Lampura. ” Kita mengajak kepada teman-teman yang satu pandangan dan satu komitmen dalam memerangi korupsi untuk turun ke jalan sebagai bentuk dukungan publik kepada pihak Kejaksaan. Intinya GMPK selalu siap beraksi dalam memerangi korupsi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak Kejari Lampura pada pekan lalu telah memeriksa Kepala Dinas Kesehatan setempat, Maya Mestissa terkait dugaan kasus raibnya DOP dan BOK di tahun 2018 yang lalu. Saat itu, melalui Kepala Seksie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari setempat, Van Barata mengungkapkan pihaknya sedang melakukan proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait permasalahan ini. Dia mengagendakan untuk kembali melakukan pemeriksaan lanjutan pada pekan ini yakni Senin, 11 Maret 2019.

Sampai berita ini dibuat, belum ada informasi resmi dari pihak Kejari terkait pemeriksaan lanjutan. Hanya tampak dua orang anak buah Maya Mestissa (Kabid dan Kasie) Dinas Kesehatan setempat yang datang ke Kejari dengan membawa setumpuk berkas dokumen. Dua orang bawahan Maya Mestissa itu tampak langsung memasuki ruang pemeriksaan pidsus. Tak lama kemudian menyusul Maya Mestissa memasuki ruangan pidsus (Ysn)

Sumber: gerbangsumatera88.id

Kantor DPP GMPK

Jln. Pemuda No. 6
Gedung Bakamla, Lantai 2
Rawamangun, Pulo Gadung,
Jakarta Timur
Kode Pos 13220
Telp : (021) 22480732
Email: informasi@gmpk.org

Kirim Artikel

Silahkan mengirim artikel anda ke redaksi@gmpk.or.id

Peta Lokasi Kantor

Ke atas